Di Jogja Jadi Ikan Mahal, di Kalbar Channa Maru Jadi Santapan Lezat Sehari-hari

Sudah sebulan terakhir Muhammad Arfa Maulana, 14 tahun, keranjingan mengoleksi ikan channa yang sekarang sedang naik daun di kalangan para pecinta ikan maru. Arfa sudah sejak usang hobi mengoleksi ikan hias, apalagi sepanjang pandemi ini sekolahnya libur sehingga dia makin punya poly ketika buat mengurus ikan-ikannya.

Di Jogja Jadi Ikan Mahal, di Kalbar Channa Maru Jadi Santapan Lezat Sehari-hari

Koleksi ikannya relatif banyak, hingga saat ikan channa menjadi tren, seluruh ikan hias koleksinya mulai dari koki, komet, serta guppy, beliau jual dan bagi-bagikan semua buat fokus pada ikan channa. kini , dia sudah punya empat ekor ikan channa, yakni 2 ekor channa jenis yellow sentarum, asiatica, dan pulchra.

“Beli ukuran 6 hingga 7 centimeter, Rp 20 ribu,” ujar Arfa.

Selain karena memang sedang sebagai tren pada kalangan pecinta ikan hias, corak yg ada di tubuh ikan channa dari Arfa jua rupawan. Ikan channa yang ialah famili ikan gabus ini menurut Arfa juga punya mental yg bagus, merupakan ikan channa tidak terlalu takut pada insan seperti ikan pada umumnya.

“Sama harganya lumayan mahal, jadi seneng aja bila punya peliharaan yang harganya mahal jadi lebih ngejagain,” lanjutnya.

Ikan channa pada sebuah toko ikan hias pada Jogja. Foto: Widi Erha Pradana.

telah sebulan terakhir Muhammad Arfa Maulana, 14 tahun, keranjingan mengoleksi ikan channa yang kini sedang naik daun pada kalangan para pecinta ikan. Arfa sudah sejak lama hobi mengoleksi ikan hias, apalagi sepanjang pandemi ini sekolahnya libur sebagai akibatnya beliau makin punya banyak saat buat mengurus ikan-ikannya.

Predator yang bagus

Bambang Kurniawan, 23 tahun, galat seorang pegawai pada sebuah toko ikan hias di Sleman berkata ikan channa memang menjadi salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dicari belakangan ini. karena termasuk ke dalam keluarga snakehead, channa sebenarnya lebih tepat diklaim menjadi predator alih-alih ikan hias.

“Bukan (ikan hias), predator itu,” istilah Bambang.

Sebenarnya pada toko ikan hias tempatnya bekerja telah sejak lama menjual ikan channa. akan tetapi entah ada angin apa tetiba permintaan ikan channa begitu besar . ketika ini, ikan channa yg paling poly dicari merupakan jenis maru red sampit, red sentarum, serta yellow sentarum. Maru red sampit merupakan yang paling mahal, buat berukuran 20 an centimeter, harganya bisa mencapai Rp 400 ribu, ad interim yellow sentarum artinya yg paling murah, yakni di kisaran Rp 150 ribu untuk ukuran yg sama.

tetapi berukuran bukan satu-satunya indikator buat menentukan harga seekor channa. terdapat indikator lain, yakni rona, corak, dan mentalnya. Semakin kentara rona dan motif yg dimiliki channa maru, maka harganya akan meningkat. biasanya, channa akan mulai terlihat warnanya pada usia lima atau enam bulan.

“izin warnanya keluar PH air harus diperhatikan benar . Maru itu kan dari air gambut, jadi kadar PH-nya yang rendah,” lanjutnya.

ad interim buat melatih mentalnya, umumnya channa perlu dipuasakan selama 3 sampai empat hari supaya beliau tidak takut menggunakan insan. anugerah pakan setiap tiga atau empat hari sekali istilah Bambang tidak jadi soal, asalkan airnya diganti secara rutin supaya terjaga kebersihannya.

Selain channa maru, jenis yg tak jarang dicari lainnya artinya asiatica dan pulchra yg ialah channa impor asal luar negeri. Jika dirawat dengan baik serta mampu tumbuh secara optimal, harga seekor channa bahkan mampu mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Bambang tidak memahami absolut kenapa channa tiba-datang bisa naik daun pada kalangan pecinta ikan hias. Menurutnya, tren seperti itu memang biasa terjadi. namun beliau berspekulasi bahwa naik daunnya ikan channa tidak terlepas berasal situasi pandemi dimana orang-orang merasa jenuh pada dalam rumah sebagai akibatnya mencari hiburan menggunakan memelihara ikan hias. tapi asal sekian banyak jenis ikan hias, kenapa channa?
“Perawatannya paling lezat channa. Cocok buat orang yg males tapi pengin melihara ikan hias,” ujar Bambang terkekeh.

buat pakannya, sebab pada dasarnya artinya predator channa umumnya diberi pakan ikan kecil, cacing, atau udang. tetapi Bila telah terlatih dan terbiasa, mereka pula mampu dikasih pakan pellet.

Di Rantau Jadi Primadona, pada Kampung Halaman Jadi Lauk

tidak sinkron menggunakan channa pulchra yg sudah mulai poly dibudidayakan, channa maru istilah Bambang kebanyakan artinya tangkapan berasal alam pribadi. Channa maru yang dijual pada tokonya didatangkan eksklusif dari Kalimantan.

“Jadinya harganya relatif lebih mahal,” kata Bambang.

waktu pada kalangan pecinta ikan hias, khususnya di Yogyakarta, ikan channa sedang sebagai primadona baru, pada daerah asal aslinya ikan ini justru biasa dijadikan lauk. Kornelius Arpega, pemuda asli Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berkata bahwa di kampungnya ikan yg sedang ramai dicari para penghobi ikan hias ini dikenal menggunakan nama maru borneo.

di kampungnya, ikan ini biasa ditemukan pada tempat rawa atau sawah menggunakan kodok sebagai makanan kesukaannya. Penduduk biasa menangkapnya menggunakan pancing maupun jaring buat dijadikan lauk atau dijual sebagai ikan konsumsi.

“saya jua baru tahu ikan yg hampir aku konsumsi tiap hari di sini ternyata punya harga jual yang tinggi,” kata Arpega.

Maru borneo yang biasa ditemui pada kampungnya mempunyai dua corak, yakni hitam keunguan serta putih. Beberapa orang memang telah mengetahui bahwa ikan ini punya nilai jual tinggi menjadi ikan hias. umumnya, orang-orang tersebut menjualnya ke Malaysia. akan tetapi hanya sedikit yang mengetahui hal itu, kebanyakan rakyat memanfaatkan maru borneo sekadar menjadi sahabat nasi serta sayur di pada piring.

“Orang sini tidak tahu sama sekali bila channa punya harga yang tinggi. tampaknya besok orang kampungku pada cari ikan ini deh mas, gara-gara saya tersebut ngasih tahu,” ungkapnya.

Tulisan ini dipublikasikan di Informasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.